Analisis Efektivitas Program Tutor Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Wilayah 3T: Studi Empiris Di Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya

Authors

  • Alif Afrizal Universitas Negeri Makassar
  • A. Meysila Putri Faizal Universitas Negeri Makassar
  • Muh. Ridwan Anugrah Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.47134/jpn.v3i3.2578

Keywords:

Program Tutor, Kualitas Pendidikan, Wilayah 3T, Kecamatan Wetar, Pemerataan Pendidikan

Abstract

Kesenjangan pendidikan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar masih menjadi persoalan mendasar dalam sistem pendidikan nasional, terutama di wilayah kepulauan terpencil seperti Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kekurangan tenaga pendidik tetap, keterbatasan infrastruktur transportasi, dan kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi hambatan utama yang menyebabkan proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris efektivitas program tutor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut, dengan fokus pada indikator peningkatan literasi dan numerasi dasar, keberlangsungan kehadiran belajar, motivasi peserta didik, serta peran sosial-budaya tutor lokal sebagai fasilitator pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan sistematis, dengan mengintegrasikan berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan konteks wilayah 3T. Hasil kajian menunjukkan bahwa program tutor berkontribusi secara nyata terhadap penguatan kemampuan dasar siswa melalui pola pembelajaran yang fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lokal. Kedekatan sosial-budaya antara tutor dan peserta didik terbukti memperkuat motivasi belajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terbuka dan partisipatif. Meskipun demikian, hambatan struktural berupa keterbatasan transportasi dan ketidakkonsistenan jadwal pembelajaran akibat kondisi geografis masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program tutor merupakan model pembelajaran adaptif yang strategis di wilayah 3T, namun keberlanjutannya memerlukan dukungan kebijakan yang sistematis dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dan penguatan kapasitas tutor melalui pelatihan yang terstruktur.

References

Adriansyah, M., et al. (2025). Tren dan tantangan pemerataan guru pada daerah 3T di Indonesia: Narrative literature review 2015–2025. Jurnal Pendidikan Nasional, 13(2), 145–160. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/semnas-ps/article/download/63491/22072

Al-Tabany, T. I. B. (2017). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual melalui sistem tutor. https://books.google.co.id/books?id=S_rJDwAAQBAJ

Aman. (2016). Pemerataan akses pendidikan bagi rakyat sesuai dengan amanat UUD 1945. Jurnal Hukum Sasana, 2(1), 12–25. https://media.neliti.com/media/publications/54658-ID-pemerataan-akses-pendidikan-bagi-rakyat.pdf

Basyar, M. A. (2023). Analisis problematika pendidikan Indonesia di wilayah 3T. GURUKU: Jurnal Pendidikan, 2(1), 7–15. https://doi.org/10.59061/guruku.v1i4.491

Haryanto, E. (2021). Tantangan guru di daerah terpencil: Studi kasus Provinsi Maluku. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 178–190. https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/index

Haryati, S. (2020). Analisis kebijakan pendidikan nasional terhadap pemerataan kualitas pendidikan. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(2), 145–156. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Formatif/index

Hasbullah. (2016). Kebijakan pendidikan dalam perspektif teori keadilan sosial. Jurnal Tarbiyah, 23(2), 45–60. https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tarbiyah/article/view/98

Indriasari, R. (2021). Implementasi model pembelajaran tutorial pada pendidikan non-formal di wilayah pesisir. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 15(2), 88–97. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpls/index

Kurniati, R., & dkk. (2023). Pelatihan inovasi pembelajaran matematika untuk guru SMK di Pulau Moa Maluku Barat Daya. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(4), 312–325. https://syadani.onlinelibrary.id/index.php/JS/article/download/688/552

Lainsamputty, N. (2020). Analisis ketersediaan sarana pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Spasial, 7(3), 320–331. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/index

Maimunah, S. (2019). Teori modal manusia (human capital) dalam pemerataan layanan pendidikan di daerah tertinggal. Jurnal Ekonomi Pendidikan, 7(1), 12–24. https://journal.uny.ac.id/index.php/jep/index

Meyer, F., & Sarah, L. (2023). Pelatihan pembuatan media digital interaktif untuk edukasi siswa bahasa Inggris di daerah terpencil Maluku Barat Daya. Jerkin: Jurnal Pendidikan, 4(3), 215–228. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4490

Nasution, S. (2018). Metode tutorial dalam proses belajar mengajar mandiri. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 1–12. https://journal.um.ac.id/index.php/jip/index

Nurhasanah, L., & Gumiandari, S. (2021). Implementasi metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar siswa. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 16(1), 62–68. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i1.1881

Nurmala, T., & Sari, J. (2025). Pendidikan berkeadilan: Mengatasi. 6(4), 1732–1740.

Oktaviani, K., & Meilasari, V. (2024). Program bimbingan belajar guna meningkatkan prestasi akademik di Desa Sekutur Jaya. Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.47637/pkmcendekia.v3i1.1439

Oleo, U. H., Pugu, M. R., & Cenderawasih, U. (2025). Kebijakan pemerataan guru dan kualitas pendidikan di daerah terpencil. Jurnal Kebijakan Publik, 11(1), 253–263. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/edukatif/article/download/3733/2695

Rachmah, N., et al. (2025). Analisis implementasi kebijakan pemerataan akses pendidikan pada daerah tertinggal Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation, 5(2), 99–112. https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i2.839

Rira Nuradhawati, I. K. (2022). Pelaksanaan pembangunan ekonomi dalam studi kasus Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. 5, 29–42. https://doi.org/10.36859/jap.v5i1.837

Sirozi, M. (2016). Politik kebijakan pendidikan: Antara pemerataan akses dan peningkatan kualitas. Jurnal Tadrib, 2(1), 1–15. http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tadrib/article/view/1045

Suhardan, D. (2016). Manajemen pendidikan untuk pemerataan mutu di daerah terpencil. Jurnal Administrasi Pendidikan, 13(1), 22–35. https://ejournal.upi.edu/index.php/JAP/article/view/2456

Suroso, E. (2024). Pendidikan di daerah kepulauan terpencil: Potret siswa, guru, dan sumber belajar. Jurnal Pendidikan Edutama, 11(1), 75–84. https://doi.org/10.54832/jupe2.v1i1.90

Wahyuni, S. (2023). Teori belajar sosial Bandura dalam praktik pendampingan tutor bagi anak di wilayah 3T. Jurnal Pedagogia, 12(1), 15–28. https://ojs.umsida.ac.id/index.php/pedagogia/index

Wali, G. N. K., Winarko, W., & Murniasih, T. R. (2020). Peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan penerapan metode tutor sebaya. RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains & Teknologi, 2(2), 164–173. https://doi.org/10.21067/jtst.v2i2.3574

Yuliana, T., & Muhammad, A. F. N. (2023). Efektivitas metode tutor sebaya terhadap peningkatan prestasi belajar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 8(3), 671–679. https://doi.org/10.51169/ideguru.v8i3.677

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Afrizal, A., Faizal, A., & Anugrah, M. (2026). Analisis Efektivitas Program Tutor Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Wilayah 3T: Studi Empiris Di Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Pendidikan Non Formal, 3(3), 39–47. https://doi.org/10.47134/jpn.v3i3.2578

Issue

Section

Articles