Srawung Sinau: Strategi Adaptasi Teknologi Digital bagi Anak Sekolah Dasar di Desa Blagung, Boyolali

Authors

  • Aprilia Kanthi Prihatini Universitas Sebelas Maret
  • Gandhi Adidaya Universitas Sebelas Maret
  • Imam Satria Wibawa Universitas Sebelas Maret
  • Meylan Mesak Universitas Sebelas Maret
  • Nadhiska Alviera Shalsa Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.47134/pgsd.v2i4.1898

Keywords:

Literasi Digital, Pendidikan Dasar, Srawung Sinau, Teknologi, Pembelajaran Komunitas

Abstract

Transformasi digital menghadirkan tantangan dan juga peluang di bidang pendidikan dasar, khususnya di daerah pedesaan yang memiliki akses teknologi yang terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dan dampak dari program Srawung Sinau sebagai langkah adaptasi teknologi digital bagi siswa sekolah dasar di Desa Blagung, Boyolali. Program ini merupakan bagian dari Hibah MBKM Universitas Sebelas Maret dengan pendekatan belajar yang berfokus pada komunitas yang mencakup inklusivitas, partisipasi, dan relevansi kontekstual. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi yang melibatkan partisipasi, wawancara semi-terstruktur, serta pengumpulan dokumentasi terkait kegiatan. Program ini menggabungkan penguatan literasi dasar, numerasi praktis, dan pelatihan dalam menggunakan aplikasi digital seperti Microsoft Word, Canva, dan Paint dalam lingkungan belajar yang komunikatif dan menarik. Temuan dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam literasi digital dan keterampilan abad ke-21 di kalangan siswa, termasuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan rasa percaya diri dalam menggunakan teknologi. Anak-anak menunjukkan minat yang tinggi dan aktif terlibat dalam proses belajar. Meskipun ada beberapa tantangan seperti kurangnya perangkat dan koneksi internet, hambatan ini dapat diatasi melalui kerjasama antara mahasiswa, guru, dan masyarakat desa. Sebagai kesimpulan, Srawung Sinau telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi contoh pendidikan komunitas berbasis teknologi yang efektif di kawasan pedesaan Indonesia. Program ini memperkuat kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan dan patut dijadikan acuan dalam pengembangan literasi digital di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

References

Abdullah, Z. M. (2023). Pengembangan Pendidikan Matematika Inklusif: Mendukung Diversitas Di Ruang Kelas.

Ahsani, E. L. F., Rohmah, N. H., & Hayati, S. (2021). Penguatan literasi digital dalam pembelajaran di Sekolah Dasar Indonesia Den Haag. Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an, 8(2), 228–236. DOI: https://doi.org/10.31316/esjurnal.v8i2.1115

Andini, N., Cipta, N. H., & Rokmanah, S. (2023). Membangun karakter siswa melalui pemanfaatan literasi digital di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 110–118.

Anggraeni, P., Dewi, R. K., & Hayat, B. (2023). Literasi Digital dan Tantangan Society 5.0 dalam Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan Inovatif, 8(1), 1–12.

Arifin, Z. (2020). Strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan keterampilan abad 21. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 11(4), 112–125.

Fathiyah, L., & Yarti, I. (2022). Analisis pemanfaatan platform Zoom dengan kemampuan literasi digital pada siswa kelas V sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 746–757. DOI: https://doi.org/10.31949/jcp.v8i3.2587

Fisk, P. (2017). Education 4.0: The future of learning will be dramatically different, in school and throughout life. Retrieved from https://www.thegeniusworks.com

Gazali, & Pransisca. (2021). Tantangan ketersediaan jaringan internet dan peran orang tua dalam mendukung literasi digital pelajar desa. Jurnal Cahaya Edukasia, 3(1), 37–45.

Hanifah, H. T., & Zahra, R. A. (2024). Model pendidikan literasi digital pada masyarakat desa: Strategi pengembangan kemampuan digital untuk meningkatkan kualitas hidup. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama (JIPA), 2(3), 42–47. DOI: https://doi.org/10.59024/jipa.v2i3.722

Hermawan, R., & Lubis, F. (2022). Studi tindakan literasi digital untuk anak-anak marginal di daerah tertinggal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 8(1), 67–76.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Kurniawan, A., & Lestari, S. (2020). Pengembangan literasi digital melalui pendekatan berbasis komunitas. Jurnal Pendidikan dan Masyarakat Digital, 2(1), 33–42.

Longkutoy, F. T., Rorimpandey, L. A., & Pangkey, M. A. (2025). Penguatan Literasi Digital pada Siswa Sekolah Dasar di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 12(2), 56–65.

Misrawati, Fitria, D., & Purnomo, S. (2021). Literasi Digital di Sekolah Dasar: Studi Kasus di Wilayah 3T. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(3), 201–210.

Pangestu, W. T. (2024). Implementasi literasi digital dalam pembelajaran di SDN Tanjungjati 2 Bangkalan: Komitmen sekolah dan stakeholder. Jurnal Abdidas, 5(3), 157–164.

Portalika.com. (2025). Mahasiswa UNS Ajarkan Literasi & Digital ke Anak SD di Blagung.

Prasetyo, D. S., & Rahmawati, Y. (2021). Transformasi pembelajaran abad 21 di lingkungan pedesaan melalui digitalisasi. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(2), 287–298.

Purwanti, Y. G., Maruti, E. S., & Budyartati, S. (2022). Literasi digital siswa SD: Penggunaan e-learning untuk pembelajaran digital interaktif. Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 4(1), 288–297.

Purwanti, Y. G., Maruti, E. S., & Budyartati, S. (2022). Penguatan literasi digital siswa sekolah dasar melalui penerapan e-learning. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(1), 128–134.

Putri, A. Y., & Nurhayati, T. (2021). Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Komunitas di Wilayah Rural: Studi Implementasi Program Mahasiswa Mengajar. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 87–94.

Sari, M. D., & Ramadhan, R. (2019). Etika penggunaan media digital pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Karakter, 5(1), 18–29.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco: Jossey-Bass.

Tuna, Y. (2021). Literasi digital dalam pembelajaran di SD sebagai upaya peningkatan kualitas pendidik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 2(1), 21–28.

UNESCO. (2022). Digital Literacy in Rural Schools: Bridging the Gap. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Warschauer, M., & Matuchniak, T. (2010). New technology and digital worlds: Analyzing evidence of equity in access, use, and outcomes. Review of Research in Education, 34(1), 179–225. DOI: https://doi.org/10.3102/0091732X09349791

Widodo, H., & Saputra, R. (2022). Pembelajaran kontekstual berbasis digital di sekolah dasar pedesaan. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 8(3), 210–224.

Yuliana, S., & Dwi, N. (2020). Kesiapan guru dan masyarakat dalam pengembangan literasi digital berbasis keluarga. Jurnal Pendidikan dan Keluarga, 5(2), 100–110.

Zamjani, I., Rakhmah, D. N., Azizah, S. N., Waruwu, H., & Hariyanti, E. (2020). Platform Pembelajaran Digital dan Strategi Inklusivitas Pendidikan di Indonesia.

Downloads

Published

2025-07-16

How to Cite

Prihatini, A. K., Adidaya, G., Wibawa, I. S., Mesak, M., & Shalsa, N. A. (2025). Srawung Sinau: Strategi Adaptasi Teknologi Digital bagi Anak Sekolah Dasar di Desa Blagung, Boyolali. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(4), 11. https://doi.org/10.47134/pgsd.v2i4.1898

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.