Representasi Identitas Multikultural dalam Monolog “Aji” yang Ditampilkan SMAN 1 Gondang, Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.47134/jpbsi.v2i1.2433Keywords:
Drama, Identitas, Multikultural, RepresentasiAbstract
Indonesia sebagai bangsa yang multikultural menghadirkan dinamika identitas yang kompleks akibat perjumpaan, percampuran, dan pertentangan antarbudaya. Kondisi tersebut tercermin dalam karya sastra, salah satunya drama monolog Aji karya Gabrielle Abogado. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi identitas multikultural tokoh Aji, mengungkap konflik budaya yang melatarinya, serta memaknai pesan sosial yang disampaikan melalui naskah dan pementasan drama monolog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan psikologi sastra. Analisis didasarkan pada teori hibriditas dan third space Homi K. Bhabha (1994), serta didukung konsep identitas Stuart Hall dan multikulturalisme James A. Banks. Data penelitian berupa kutipan naskah monolog, dokumentasi pementasan, hasil observasi elemen teatrikal, dan sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Aji merepresentasikan identitas hibrida yang lahir dari perjumpaan tiga budaya, yaitu Jawa, Batak, dan Minangkabau. Identitas Aji tidak bersifat tunggal dan statis, melainkan cair dan terus dinegosiasikan melalui pengalaman personal, konflik keluarga, serta interaksi sosial. Konflik antara sistem patrilineal Batak dan matrilineal Minangkabau menjadi sumber utama krisis identitas yang berdampak pada kebingungan jati diri, trauma emosional, dan keterasingan sosial. Namun demikian, melalui seni ludruk, Aji menemukan ruang penerimaan dan pembebasan dari tekanan identitas kultural yang kaku. Seni berfungsi sebagai ruang ketiga yang memungkinkan terbentuknya identitas baru yang lebih reflektif, inklusif, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama monolog Aji tidak hanya merepresentasikan multikulturalisme, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap fanatisme budaya serta menegaskan pentingnya toleransi dan dialog dalam masyarakat majemuk.
References
Achmad Fedyani Syaifuddin. (n.d.). MEMBUMIKAN MULTIKULTURALISME DI INDONESIA.
Ahmad Rofid Al Azmi, L. (2024). Representasi Unsur Multikultural dalam Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi. In Bahasa dan Sastra (Vol. 10, Number 1). Pendidikan. https://e-journal.my.id/onoma
Aliyah, H., Sabila, R., Fatmawati, L., & Syekh Nurjati, I. (n.d.). KRITIK SOSIAL PADA NASKAH DRAMA MONOLOG “TOLONG” KARYA NANO RIANTIARNO Social Criticism of Nano Riantiarno’s Monologue Drama “Tolong” (Vol. 5, Number 1).
Al-Ma’, A. I. (2012). PERAN SASTRA MULTIKULTURAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ANTARBANGSA.
Banks, J. A. (2004). Multicultural Education: Issues and Perspectives. New York: Wiley.
Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London: Routledge.
Coser, Lewis A. 1956. The Functions of Social Conflict. New York: Free Press.
Damono, Sapardi Djoko. (1978). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Singkat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Demaris Naitboho, O., Wayan Suratni, N., Made Haryati, N., Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, P., & Seni Pertunjukan, F. (2022). PEMBELAJARAN DRAMA MONOLOG DENGAN CERITA LEGENDA DANAU TOBA MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DI SD INPRES TUBUHU’E, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN.
Elizabeth, Bronfen. (1998). The Knotted Subject: Hysteria and Its Discontents. Princeton: Princeton University Press.
Endraswara, S. (2008). Metodologi Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: FBP UNY.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: Norton.
Faruk. (2015). Pengantar Sosiologi Sastra: Dari Strukturalisme Genetik sampai Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Garcia, Ricardo L. (1982). Teaching in a Pluralistic Society: Consepts, Models, Strategies. New York: Harper & Row Publisher.
Goldmann, Lucien. (1981). Towards a Sociology of the Novel. London: Tavistock Publications.
Hall, S. (1996). Cultural Identity and Diaspora. London: Lawrence & Wishart.
Hastuti, N. (2018). Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian SosiologiSastra. HUMANIKA, 25(1), 64–74.
I Gede Gita Purnama Arsa Putra. (n.d.). REPRESENTASI MULTIKULTURALISME DALAM TRILOGI SEMBALUN RINJANI KARYA DJELANTIK SANTHA.
Ilmiah Kebahasaan dan Kesasatraan Widyaparwa. 175–185.
Khobir, H. A., Jaeni, M., & Basith, A. (2019). Multikulturalisme: Dalam Pandangan Ulama. Bojong: Penerbit NEM.
Luxemburg, Jan Van, dkk. (1989). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. California: Sage.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyono, S. (2001). Teater: Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: PT. Balai Pustaka.
Nurhayati, T., Fatwa, A. N., Fany, Z., Pratama, P., Safirah Permata, W., & Putra, A. W. (2025). ANALISIS STRUKTURALISME MURNI TERHADAP NASKAH MONOLOG “AENG” PUTU WIJAYA. 11(1), 85–96. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/pentas
Pardi. (2003). “Kritik Sosial dalam Novel Hera-Heru Karya Agus Suprihono”. Jurnal.
Parsons, Talcott. (1951). The Social System. Glencoe, IL: The Free Press.
Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Surayya Hanum, I., Ibrahim Triyoga, A., Muttaqin Representasi dan Identitas Multikulturalisme dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari, K., & Muttaqin, K. (n.d.). Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni “Membumikan Kesadaran Multikultural Masyarakat Melalui Ibu Kota Negara Nusantara (IKN)” REPRESENTASI DAN IDENTITAS MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI.
Swingewood, Alan. (1972). The Sociology of Literature. London: MacGibbon & Kee.
Wellek, René & Warren, Austin. (2016). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Wijayanti dan Dermawan. (n.d.). MASALAH SOSIAL DAN KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA MONOLOG SARIMIN KARYA AGUS NOOR: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA.
Wiyatmi. (2009). Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
Yuliani, W. (2018). QUANTA METODE PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING. 2(2). https://doi.org/10.22460/q.v2i1p21-30.642
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Akhmad Fatoni, Laili Dwi Rohmah, Nixie Sanctity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


