Sosialisme Islam dan Makna Simbol pada Organisasi Sarekat Islam
DOI:
https://doi.org/10.47134/pjpi.v1i3.312Keywords:
Sarekat Islam, History, National MovementAbstract
Tulisan ini menggali makna simbolis bendera Sarekat Islam dan merinci sejarah perkembangannya di Indonesia. Bendera ini, dengan warna hijau, putih, dan merah, tidak hanya mencerminkan identitas Islam, tetapi juga memuat nilai-nilai keadilan, kesucian, dan semangat perjuangan. Seiring sejarahnya, Sarekat Islam, awalnya sebagai wadah ekonomi, berkembang menjadi organisasi politik yang memperjuangkan hak-hak rakyat pribumi dan menjadi tonggak awal dalam perjalanan gerakan nasional Indonesia. Sejarah perkembangan Sarekat Islam mencakup peran kunci tokoh seperti Haji Samanhudi, serta tantangan internal dan eksternal yang dihadapinya, termasuk larangan oleh pemerintah kolonial Belanda. Dengan menggali makna bendera dan mengulas sejarahnya, tulisan ini bertujuan membuka pemahaman lebih lanjut tentang peran dan dampak Sarekat Islam dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
References
Adryamarthanino, V., & Nada Nailufar, N. (2021, April 6). Sarekat Islam: Latar Belakang, Perkembangan, dan Perpecahan. Diakses dari Kompas.com: https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/06/151727679/sarekat-islam-latar-belakang-perkembangan-dan-perpecahan?page=all
Djaja, T. (1975). Orang-orang Besar Indonesia. Jakarta: Pustaka Antara.
Dzulhajj, M. M. (2022, November 17). Sejarah Sarekat Islam dan Penyebab Terpecahnya Menjadi Dua Kelompok. Diakses dari Kumparan.com: https://kumparan.com/morismuafa/sejarah-sarekat-islam-dan-penyebab-terpecahnya-menjadi-dua-kelompok-1zDHvjKXyQM
Hamidah, L., & Z, A. F. (2020). Memperkenalkan Sejarah Pahlawan Nasional K.H. Samaanhudi bagi Peserta Didik MI/SD di Indonesia. El-Ibtidaiy: Journal of Primary Education, 101-112. DOI: https://doi.org/10.24014/ejpe.v3i2.9752
Marzali, A. (2020). Pemberontakan Komunis Silungkang 1926-1927 Sebuah Gerakan Islam Revolusioner. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 59-84. DOI: https://doi.org/10.17510/paradigma.v10i1.394
Noor, F. (2015). Perpecahan dan Solidaritas Partai Islam di Indonesia: Kasus PKB dan PKS di Dekade Awal Reformasi. Jakarta: LIPI Press.
Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Jakarta: Balai Pustaka.
Republik Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1974). Seri Penulisan Pahlawan Pergerakan Nasional. Jakarta: Badan Pembina Pahlawan Pusat.
Robert, V. N. (1984). Munculnya Elit Modern Indonesia. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.
Sendari, A. A. (2021, July 23). Tujuan Sarekat Islam, Awal Berdiri, Perkembangan, Hingga Perpecahan. Diakses dari liputan6.com: https://www.liputan6.com/hot/read/4613887/tujuan-sarekat-islam-awal-berdiri-perkembangan-hingga-perpecahan
Takashi, S. (2005). Zaman Bergerak Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
Wikipedia. (2024, January 2). Sarekat Islam. Diakses dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam
Yulianti, L. (2011). Peran Haji Samanhudi Dalam Sarekat Islam Surakarta (1911-1916), 2-5.
Yulius, M. (2007). Perjuangan Semaun Dari Sarekat Islam Surabaya Sampai Partai Komunis Indonesia Tahun (1914-1923).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Nadaa Febian Koto, Febri Priyoyudanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



