Permasalahan Fokus dan Konflik Sosial Anak dalam Kegiatan Storytelling Menggunakan Media Wayang di TK Pelangi

Authors

  • Ovy Dwi Ramzani Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Hilda Zahra Lubis Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

DOI:

https://doi.org/10.47134/paud.v3i2.2288

Keywords:

Storytelling, Media Wayang, Fokus Anak, Konflik Sosial, PAUD

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan fokus dan konflik sosial dalam kegiatan storytelling menggunakan media wayang di TK Pelangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola penurunan fokus dan bentuk konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media wayang meningkatkan antusiasme awal anak, namun fokus menurun pada pertengahan kegiatan akibat durasi yang panjang dan kurangnya variasi penyampaian. Penurunan fokus ditandai dengan perilaku tidak memperhatikan storyteller, berbicara dengan teman, dan berpindah tempat duduk. Selain itu, muncul konflik sosial ringan seperti berebut giliran memegang wayang yang dipicu oleh daya tarik media dan kemampuan regulasi diri anak yang belum berkembang optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan durasi, variasi penyampaian cerita, serta scaffolding sosial agar storytelling berbasis media wayang berlangsung efektif dan kondusif.

References

Anggraini, R., Nurhasanah, N., & Putri, D. A. (2022). Pengelolaan kelas dalam pembelajaran berbasis media konkret di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3205–3215.

Berk, L. E. (2018). Development through the lifespan (7th ed.). Pearson Education.

Bodrova, E., & Leong, D. J. (2015). Tools of the mind: The Vygotskian approach to early childhood education (3rd ed.). Pearson. DOI: https://doi.org/10.4324/9781003164920-2

Denham, S. A., Bassett, H. H., & Wyatt, T. (2015). The socialization of emotional competence. In J. E. Grusec & P. D. Hastings (Eds.), Handbook of socialization (pp. 590–613). Guilford Press.

Fleer, M. (2019). Play in the early years (2nd ed.). Cambridge University Press.

Hidayati, N. (2023). Rentang perhatian anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 67–78. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3444

Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The effects of storytelling and story reading on the oral language complexity and story comprehension of young children. Early Childhood Education Journal, 32(3), 157–163. DOI: https://doi.org/10.1023/B:ECEJ.0000048967.94189.a3

Lestari, D. (2023). Pengaruh metode storytelling terhadap perhatian anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 145–156. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3012

Lestari, R. (2023). Efektivitas storytelling terhadap perhatian dan daya ingat anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(3), 101–110.

Mayes, R., Peterson, F., & Bonilla, R. (2018). Quantitative storytelling: Data-based narratives in early education. Educational Studies in Mathematics, 97(1), 1–21.

Nicolopoulou, A., Barbosa de Sá, A., Ilgaz, H., & Brockmeyer, C. (2015). Using the transformative power of play to educate hearts and minds: From Vygotsky to Vivian Paley and beyond. Mind, Culture, and Activity, 22(1), 42–58. DOI: https://doi.org/10.1080/10749030903312512

Piaget, J. (1962). Play, dreams, and imitation in childhood. New York, NY: Norton.

Potter, W. J. (2013). An analysis of thinking and research about qualitative methods. Routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9780203811863

Pratama, I. (2023). Media wayang sebagai sarana pengembangan imajinasi dan interaksi anak usia dini. Jurnal Cakrawala Pendidikan Anak, 4(2), 90–102.

Pratama, R. A. (2023). Media wayang sebagai sarana peningkatan keterlibatan anak dalam storytelling di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 233–244.

Rahayu, E. (2024). Implementasi teori sosial Vygotsky dalam pembelajaran kolaboratif di TK. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Anak, 7(1), 33–47.

Rahayu, S. (2024). Perkembangan regulasi diri dan konflik sosial pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 13(1), 55–68. DOI: https://doi.org/10.55210/bahtsuna.v6i1.455

Rahmawati, I., & Fitri, A. (2022). Variasi metode pembelajaran dan pengaruhnya terhadap fokus belajar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 97–108.

Ruff, H. A., & Rothbart, M. K. (2001). Attention in early development. Oxford University Press. DOI: https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780195136326.001.0001

Sari, D. (2023). Perkembangan kognitif anak usia dini menurut Piaget dan implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 58–72.

Sari, M., & Wahyuni, S. (2021). Penggunaan boneka tangan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam kegiatan bercerita. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 41–50.

Susanto, H. (2023). Penguatan positif dan pengembangan regulasi diri anak usia dini. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 120–134.

Suyadi, & Ulfah, M. (2022). Strategi pembelajaran PAUD berbasis budaya lokal. Remaja Rosdakarya.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wright, S., Diener, M. L., & Kemp, J. L. (2020). Storytelling and emotional development in early childhood. Early Child Development and Care, 190(5), 1–13.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Dwi Ramzani, O., & Hilda Zahra Lubis. (2025). Permasalahan Fokus dan Konflik Sosial Anak dalam Kegiatan Storytelling Menggunakan Media Wayang di TK Pelangi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 8. https://doi.org/10.47134/paud.v3i2.2288

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.