Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu
DOI:
https://doi.org/10.47134/jpbsi.v1i4.2163Keywords:
Tindak Tutur Direktif, Pembelajaran, Bahasa IndonesiaAbstract
Tindak tutur direktif merupakan bagian krusial dari interaksi sosial, termasuk dalam komunikasi pembelajaran di sekolah, yang ditunjukkan oleh beragamnya tuturan antara guru dan siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan mengacu pada teori Ibrahim (1993). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data tuturan direktif dikumpulkan dari guru dan siswa kelas XI melalui teknik dokumentasi, menyimak, dan mencatat. Hasil penelitian menemukan enam bentuk tindak tutur direktif, dengan total 50 data, meliputi: perintah (14 data), permintaan (12 data), izin (7 data), nasihat (7 data), pertanyaan (5 data), dan larangan (5 data). Secara keseluruhan, tindak tutur perintah (memesan, memerintah, mengharuskan, memaksa, dan menginstruksikan) adalah yang paling dominan digunakan. Kesimpulan menunjukkan dominansi tindak tutur perintah disebabkan oleh peran guru sebagai pengelola kelas yang sering memberikan arahan dan instruksi guna mengelola jalannya pembelajaran dan mendorong partisipasi aktif siswa.
References
Alwi, A. (2016). E-Semai Teaching Portal (ESTP): A preliminary study in assisting the teaching of Bahasa Semai. International Journal of Advances in Soft Computing and Its Applications, 8(1), 57-69, ISSN 2074-8523, https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOxMe3b&scp=84970974438&origin=inward
Anjarini, S., & Ningsih, R. (2024). Tindak Tutur Direktif Pada Kolom Komentar Tiktok Ganjar Pranowo Tentang Pungli. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya), 6(1), 37–48. Https://Doi.Org/10.26555/Jg.V6i1.9954 DOI: https://doi.org/10.26555/jg.v6i1.9954
Ardila, E., & Ningsih, R. (2023). Tindak Tutur Direktif Dalam Film Mencuri Raden Saleh. Jurnal Sastra Indonesia, 12(3), 206–221. Https://Doi.Org/10.15294/Jsi.V12i3.72436 DOI: https://doi.org/10.15294/jsi.v12i3.72436
Arikunto. (2010). Prosesdur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Austin, J. (1962). How to Do Things witj Words. London: Oxford University Press.
Bach, K., & Harish, R. M. (1979). Linguistic Communication and Soeech Acts. Cambridge: MA: MIT Press.
Boulaid, F. (2024). Cultivating Ecological Awareness Through the Integration of Eco-Linguistic Themes in English for Specific Purposes: A Case Study of Higher Schools of Technology. Jurnal Gramatika, 10(1), 131-145, ISSN 2442-8485, https://doi.org/10.22202/jg.2024.v10i1.8062 DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2024.v10i1.8062
Dwi Amara, S., & Fatmawati. (2023). Jenis Tindak Tutur dalam Ceramah Ustad Abdul Somad “Tiga Prinsip Agama” di Youtube. Bahasa Dan Sastra, 9(1). https://e-journal.my.id/onoma DOI: https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2558
Elmita, W., & Ratna, E. (2024). Tindak Tutur Direktif Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Di Tk Nusa Indah Banuaran Padang.
Halliday & Hasan, R. (1976). Cohesion in English. London: Longman.
Huda, M., Sulisyono, Y., Aswadi, A., Soleh, A. R., & Retikae, N. D. (2025). Element of students’ creative thinking skills: A critical evaluation of senior high school Indonesian textbooks. BAHASTRA, 45(1). https://doi.org/10.26555/bs.v45i1.1134 DOI: https://doi.org/10.26555/bs.v45i1.1134
Husin, N.E. (2024). KIDCOPE-Child in Bahasa Malaysia: A Study on Psychometric Properties among the Paediatric Population. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, 20, 6-13, ISSN 1675-8544, https://doi.org/10.47836/mjmhs.20.s3.2
Ibrahim, A. S. (1993). Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional
Kia, L. (2019). A study of education-related chinese words used in Malaysia-based computer corpus. Kajian Malaysia, 37(1), 83-107, ISSN 0127-4082, https://doi.org/10.21315/km2019.37.1.4 DOI: https://doi.org/10.21315/km2019.37.1.4
Qomariyah, L. (2022). Tindak Tutur Direktif Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Arabi : Journal Of Arabic Studies, 2(1), 1. Https://Doi.Org/10.24865/Ajas.V2i1.32 DOI: https://doi.org/10.24865/ajas.v2i1.32
Rachel, R. S., & Alber, A. (2023). Analisis Tindak Tutur Direktif Dalam Film Sayap-Sayap Patah Karya Rudi Soedjarwo. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya), 5(2), 21–39. Https://Doi.Org/10.26555/Jg.V5i2.8614 DOI: https://doi.org/10.26555/jg.v5i2.8614
Searle, J. (1969). Speech Act: An Essay in the Philosophy of language . Cambridge: Cambridge University. DOI: https://doi.org/10.1017/CBO9781139173438
Shin, C. (2019). A comparative study of remun and iban in Sarawak. Gema Online Journal of Language Studies, 19(4), 203-218, ISSN 1675-8021, https://doi.org/10.17576/gema-2019-1904-11 DOI: https://doi.org/10.17576/gema-2019-1904-11
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widiasri, D.A. (2023). Application of Ethno-Pragmatics Learning Strategies in Indonesian Subjects in High School: A Case Study on the Independent Curriculum. Jurnal Gramatika, 9(1), 143-158, ISSN 2442-8485, https://doi.org/10.22202/jg.2023.v9i1.6730 DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2023.v9i1.6730
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lia Nurlita, Alber

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


