Pengaruh Asupan Gizi Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.47134/paud.v2i4.1986Keywords:
Asupan Gizi, Perkembangan, AUDAbstract
Masa anak usia dini merupakan masa emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, kognitif, motorik, dan sosial-emosional. Asupan gizi seimbang memiliki peran vital dalam mendukung perkembangan optimal pada fase ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gizi terhadap tumbuh kembang anak usia dini serta mendorong peningkatan pemahaman siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengenai pentingnya gizi setelah mengikuti perkuliahan umum. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2025 di STKIP Citra Bakti Ngada, melibatkan mahasiswa semester IV dan dua narasumber ahli gizi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa berpartisipasi aktif dalam diskusi dan mengalami peningkatan pemahaman terkait gizi seimbang, khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam memenuhi gizi anak. Kesimpulan ini menegaskan bahwa edukasi gizi yang tepat, khususnya melalui interaksi langsung dengan pakar, efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa PAUD. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan gizi berbasis kuliah umum dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat calon kompetensi pendidik dalam memahami pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak usia dini, sehingga berpotensi memberikan dampak positif pada penerapan praktik pendidikan yang holistik di lapangan.
References
Bronfenbrenner, U. (1994). Model ekologis pembangunan manusia. Dalam T. Husén & TN Postlethwaite (Eds.), Ensiklopedia Pendidikan Internasional (edisi ke-2, Vol. 3, hlm. 1643–1647). Oxford: Pergamon Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Cusick, S. E, & Georgieff, M. K. (2016). Peran nutrisi dalam perkembangan otak: Kesempatan emas 1000 hari pertama kehidupan. Jurnal Pediatri, 175 , 16–21. https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2016.05.013 DOI: https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2016.05.013
Georgieff, M. K., Brunette, K. E., & Tran, P. V. (2019). Early life nutrition and neural plasticity. Development and Psychopathology, 31(3), 967–984. https://doi.org/10.1017/S0954579419000487
Haryati, S., Wulandari, ESP, & Marchianti, ACN (2024). Faktor-faktor penentu anak balita dengan kondisi gizi buruk (wasting) di daerah pedesaan dan pinggiran kota Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Promosi Kesehatan, 13 , 242. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_108_24 DOI: https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_108_24
Hermanto, Y. B., Raharjo, W., & Fadilah, A. (2021). Implementasi Pendidikan Gizi pada Anak Usia Dini untuk Pencegahan Stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 123–130. https://doi.org/10.14710/jkmi.16.2.123-130
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Gizi Seimbang untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Stunting Nasional 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Okutse, A. O, & Athiany, H. (2025).Kesenjangan sosial ekonomi dalam malnutrisi anak: tren, determinan, dan implikasi kebijakan dari Survei Demografi dan Kesehatan Kenya (2014–2022) . BMC Public Health, 25 , 295. https://doi.org/10.1186/s12889-024-21. DOI: https://doi.org/10.1186/s12889-024-21037-z
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful Sampling for Qualitative Data Collection and Analysis in Implementation Research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y DOI: https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y
Prado, E. L, & Dewey, K. G. (2014). Nutrisi dan perkembangan otak pada awal kehidupan. Tinjauan Nutrisi, 72 (4), 267–284. https://doi.org/10.1111/nure.12102 DOI: https://doi.org/10.1111/nure.12102
Rey, P. A, & Prastyo, D. (2025). Peran pendidik dalam meningkatkan pengetahuan gizi anak usia dini di TK Muslimat NU Pamekasan. Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia (IJECIE), 8 (2), 418–428. https://doi.org/10.35896/ijecie.v8i2.901 DOI: https://doi.org/10.35896/ijecie.v8i2.901
Riskesdas. (2023). Laporan Nasional Riskesdas 2023. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.
Ruel, M. T, & Alderman, H. (2013). Intervensi dan program yang peka gizi: Bagaimana program dan program tersebut dapat membantu mempercepat kemajuan dalam perbaikan gizi ibu dan anak? The Lancet, 382 (9891), 536–551. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0 DOI: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0
Sabilla, M. & Mustakim, M. (2021). Literasi gizi seimbang di masa pandemi COVID-19 melalui aplikasi WhatsApp. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 1 (1), 159–164. https://doi.org/10.54082/jamsi.57 DOI: https://doi.org/10.54082/jamsi.57
Shonkoff, J. P & Phillips, D. A. (2000). Dari neuron ke lingkungan: Ilmu perkembangan anak usia dini. Washington, DC: National Academies Press. https://doi.org/10.17226/9824 DOI: https://doi.org/10.17226/9824
Titaley, C. R, Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2019). Determinan stunting pada anak balita di Indonesia: Analisis multilevel Survei Kesehatan Dasar Indonesia 2013. Nutrisi, 11 (5), 1106. https://doi.org/10.3390/nu11051106 DOI: https://doi.org/10.3390/nu11051106
UNICEF. (2022). Nutrition, for Every Child: Progress for Children in the SDG Era. New York: UNICEF.
UNICEF. (2022). State of the World's Children 2022: Nutrition. New York: UNICEF.
Victora, C. G, Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Meninjau kembali kekurangan gizi ibu dan anak di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah: Kemajuan yang bervariasi menuju agenda yang belum selesai. The Lancet, 397 (10282), 1388–1399. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00394-9 DOI: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00394-9
White, A., et al. (2023). Pola makan, morfologi otak, dan kinerja kognitif pada anak: Hasil studi prospektif berbasis populasi. European Journal of Epidemiology, (2023). https://doi.org/10.1007/s10654-023-01012-5 DOI: https://doi.org/10.1007/s10654-023-01012-5
World Health Organization. (2023). Guideline on Balanced Diet and Nutrition in Early Childhood. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Early Childhood Nutrition and Growth: Global Strategy and Framework. Geneva: WHO.
Yousafzai, AK, Aboud, F., Nores, M., & Kaur, R. (2018). Mendorong perkembangan anak melalui dukungan orang tua berbasis kelompok dalam program bantuan tunai: Efek eksperimental terhadap hasil anak. Psikologi Perkembangan, 54 (2), 231–243. https://doi.org/10.1037/dev0000416 DOI: https://doi.org/10.1037/dev0000416
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Karmelia Roswinda Meo Maku, Maria Theresia Wonga, Maria Yenifrida Ngeo, Marselina Ninu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



